Jumat, 07 Oktober 2016

Hal menarik tentang rabbani

Hal Menarik Tentang Rabbani 


Rabbani kita kenal sebagai salah satu merek perlengkapan muslim yang cukup berkualitas, banyak produk dari Rabbani diantaranya kerudung, busana muslim baik untuk pria atau wanita, anak-anak hingga remaja, serta berbagai aksesoris pelengkap keperluan ibadah seperti sajadah, kopiah, tasbih dan lainnya.
Rabbani juga terkenal sebagai sponsor utama untuk beberapa tayangan di televisi seperti Sinetron Tukang Bubur Naik Haji, Hati ke Hati bersama Mama Dedeh  dan juga menjadi sponsor eksklusif bagi beberapa artis seperti Fatin Shidqia Lubis, Astri Ivo,dan beberapa lagi lainnya. 
Lalu bagaimanakah kisah menarik dari bisnis Rabbani hingga mampu memberikan sponsor dan kontrak eksklusif dengan pihak-pihak yang sangat berkualitas dalam bidangnya masing-masing. Berikut ini adalah kisah menarik Rabbani mulai dari sejarah hingga penghargaan yang pernah diraihnya.

1. Rabbani pertama kali dirintis pada tahun 1994 di kota Bandung, Jawa Barat oleh pasangan suami-istri Nia Kurnia dan Amry Gunawan.
2. Setahun setelah dirintis Rabbani kemudian berhasil memiliki gerai yang tetap di Jalan Dipatiukur No. 44 Bandung, Jawa Barat.
3. Nama resmi dari perusahaan Rabbani adalah CV Rabbani Asysa  yang berada di bawah badan hukum CV Suho Garmindo.
4. Rabbani memiliki logo yang bertuliskan Trendsetter kerudung Indonesia dan juga memiliki slogan yaitu Professor Kerudung Indonesia.
5. Saat awal Rabbani dirintis belum banyak pesaing yang bermunculan sehingga manajemen Rabbani memutuskan untuk melakukan promosinya sebatas iklan gratis dari mulut ke mulut. Namun Rabbani mulain mendapatkan tantangan di awal tahun 2000 dengan bermunculan bisnis baru yang memiliki konsep mirip dengan Rabbani, oleh karena itu manajemen Rabbani memutuskan untuk mulai memasang iklan di majalah Sabili dan majalah Ummi agar dapat bertahan menghadapi kompetisi dengan pesaing-pesaing barunya.
6. Untuk lebih memperluas pasar dan jangkauan konsumen pada tahun 2000 Rabbani mulai membuka bisnisnya di luar kawasan Bandung yaitu di daerah Depok dan selanjutnya di tahun 2004, Rabbani juga berhasil membuka cabanganya di Jatinangor.
7. Selain membuka cabang di beberapa daerah, strategi pemasaran Rabbani dilakukan dengan membuat sistem agen penjualan. Sistem ini cukup efektif untuk mendongkrak angka penjualan, pada awalnya hanya ada sekitar 100 agen di berbagai daerah di Indonesia namun pada tahun 2006 jumlah agennya bertambah hingga total mencapai angka 185 agen.
8. Setelah berhasil mempertahankan diri dari persaingan yang cukup ketat, pada tahun 2001 Rabbani kemudian memindahkan gerainya ke lokasi yang lebih strategis yaitu di Jalan Hassanudin no 26 Bandung, Jawa Barat.
9. Kiprah Rabbani semakin dikenal semenjak tahun 2002 ketika Rabbani terjun dalam industri dunia hiburan dengan memberikan sponsor dan kontrak eksklusif kepada beberapa artis.
10. Kesuksesan Rabbani terus berlanjut pada tahun 2005 yang saat itu telah berhasil meresmikan websitenya yaitu www.rabbani.co.id.
11. Rabbani memiliki visi dalam bisnisnya yaitu Menjadi Perusahaan Kerudung terbaik dan terbesar di dunia tahun 2020.
12. Dan untuk mewujudkan visinya, Rabbani telah merancang tiga misi  utama yaitu :
- Menjadi pabrik kerudung instan terbesar di dunia dan teratas dalam kualitas. Misi pertama Rabbani yang pertama ini memang sesuai dengan visinya yaitu mencapai target sebagai produk krudung terbaik dan terbesar di dunia pada tahun 2020 nanti.
- Menjadi ikon mode syari’ah internasional.  Seperti kata-kata yang tertera di lambang Rabbani yaitu Trendsetter Kerundung Indonesia, Rabbani ingin menjadi contoh dan pelopor bagi perkembangan industri fashion khususnya busana muslim di Indonesia. Dan hal ini sudah dibuktikan oleh Rabbani bahwa produknya memang berkualitas dan diminati di pasaran oleh karena itu banyak produsen-produsen lainnya yang ingin meniru kesuksesan Rabbani dengan menjiplak karya Rabbani namun tetap saja tidak mampu menyainginya karena tidak sesuai denga standar yang telah ditetapkan oleh Rabbani.
Setelah menjadi raja di industri kerung di Indonesia, Rabbani juga memiliki masterplan agar bisa menjadi produsen berskala internasional. Rabbani mencangkan tahun 2020 sebagai target go internasional Rabbani.
- Mengkerudungi dunia. Setelah tahun 2020 Rabbani bercita-cita untuk bisa mengkerudungi dunia. Hal ini dapat diartikan secara harfiah yang berarti Rabbani dapat menguasai pasar industri kerudung internasional. Maupun makna lainnya yang dapat ditafsirkan sebagai upaya Rabbani untuk tidak hanya mengenalkan kerudung kepada dunia internasional tapi juga menyebarkan agama Islam.
13. Dalam sistem manajemennya, Rabbani memiliki Direktur Utama yang dibantu oleh Wakil Direktur dan memiliki empat manager fungsional, yaitu manager pemasaran, manager sumber daya manusia, manager keuangan dan akuntansi , dan manager produksi. 
14. Pendirian bisnis Rabbani ini terinspirasi dari firman Allah SWT yang tertuang dalam QS Ali Imron ayat 79.
15. Untuk memenuhi permintaan para pelanggannya, Rabbani untuk membuka gerai khusus yang diberi nama Rabbani Moslem High Fashion.
16. Pada tahun 2007, Rabbani berhasil memusatkan proses produksinya dalam satu kawasan terpadu sehingga memberikan nilai efisien dan efektivitas yang lebih tinggi. Kawasan produksi ini diberi nama Rabbani Holding.
17. Perkembangan bisnis yang baik dari Rabbani telah memberikan banyak inspirasi, oleh karena itu wajar rasanya jika Rabbani banyak menerima penghargaan dari berbagai pihak baik dari dalam maupun luar negeri. Diantarnya, Penghargaan Terpopular pada tahun 2010, kemudian pada Franchise Brand Awareness Survei, Rabbani memenangkan kategori  Franchise Top Mind pada tahun 2012. Dan yang paling membanggaka adalah Care Towards The Special Needs of Moslem Community pada tahun 2013 dari MarkPlus Insight yang bekerjasama dalam penyelanggaraan penganugerahan ini dengan Journal Islamic Marketing, Emerald Group yang berkantor di London, Inggris. 
18. Rabbani memiliki berbagai macam produk mulai dari kerudung instant, Dreeslim, Busana muslim, Kaos Tunik, Rabbani Kidz dan Rabbani design for School.
19. Rabbani memiliki lima pabrik yang berfungsi sebagai pusat kegiatan produksi dari semua produk-produk Rabbani.

Ide kerudung

Ide Kerudung


Ide kerudung instan datang ketika ia dan istrinya berkunjung ke Tanah Suci tahun 2003. Di tempat itu, sang istri melihat seorang wanita muslim China mengenakan kerudung kreasi. Dari melihat itulah ide- ide tentang kerudung apa bermunculan. Uang 15 juta hasil menjual toko dijadikannya modal. Selain dari menjual toko, Amry juga mendapatkan tambahan dari sang istri. Waktu itu istrinya dengan rela menggadaikan lima gram emas mahar.

Istrinya Nia bersamanya ketika usaha itu tumbuh. Dibawah bendera CV. Rabbani Asysa keduanya fokus pada konsep kerudung instan. Karena mudahnya membuat kerudung instan ini. Maka sepanjang usahanya itu selalu ada saja yang meniru. Maka untuk menyiasati hal tersebut, ada tim khusus menangani inovasi dan juga pengembangan desain baru. Bahkan Rabbani mampu mengeluarkan model baru setipa sepertiga bulan sekali. Ada 35 ribu kerudung untuk 120 outlate yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari desain awalnya sudah ada ribuan lusin model sejak berdirinya. Setiap satu modal itu terjual maka tidak akan ada model lagi yang sama. Itulah juga alasan mengapa tag line bisnisnya "Profesor Kerudung". Benar- benar fokus pada model yang selalu kaya. Untuk harganya bervariasi di setiap produknya. Mulai dari harga 14.500 sampai 800.000 -an. Selain fokus di kerudung, Rabbani juga mengeluarkan produk busana muslim satu paket.

Nah, untuk harga busana muslim, Rabbani menjual Rp.89.000 sampai 40.000 per- potong. Lalu juga ada produk lain seperti mukena, busana anak dan lain- lain. Karyawan Rabbani pun melonjak jauh jadi 2500 orang karyawan. Jumlah ini tersebar di berbagai cabang, baik di kantor pusatnya yang ada di  JL. Dipatiukur no 44, Bandung. Ada pula yang di tempat- tempat desain dan produksinya di kawasan Leuwisari, Karasak, Soekarno Hatta, Mochammad Toha, Kopo dan beberapa tempat lainnya di Bandung.

Ada masanya untuk bisnis Rabbani bersinar. Itulah bulan Ramadhan. Jadilah produk Rabbani akan gencar untuk selalu melakukan promosi. Promosinya akan ada di berbagai media, dari media cetak, televisi, dan juga radio. Bahkan untuk media televisi, Rabbani melakukan promosi di berbagai tayangan sinetron dan juga tayangan televisi lain. Caranya dengan menjadi sponsor para artis yang tampil di layar kaca.

Kita pasti ingat produk Rabbani dari seniteron: Cinta Fitri Seson Ramadhan, Fitriyah, Islam KTP, Charlie & Trio Angel di SCTV; Ada Kontrakan Dalam Gang, Alif Ba Ta serta Mat Jiung di TPI; Nurjanah dan Nikah Siri di INDOSIAR; Assalamualaikum Ustadz di RCTI; Bioskop Indonesia trans TV (Trans TV); Istri-istri Jagoan di Global TV; serta Wara Wiri Ramadhan di Trans 7.

Lantas bagaimana Rabbani begitu menjamur. Usut punya usut, ternyata Rabbani telah menggunakan sistem waralaba, jauh sebelum bisnis marketing modal ini jadi tren. Bedanya jika umumnya cuma waralaba, maka Rabbani manamainya wala rabba. Wala disini artinya loyalitas sedangkan rabba artinya Tuhan. Waktu itu nilai investasi tergolong tinggi, sekitar 500 juta per- investor. Dengan uang segitu pewaralaba sudah bisa menjual produk- produk aneka macam dengan sistem bagi hasil

Selain menggunakan konsep waralaba ada pula istilah sub- dealer. Dimana investasi awalnya cukup 5 juta saja dan untuk pendaftaran 250 ribu investor akan mendapat diskon 30%. Cara- cara inilah yang digunakan agar Rabbani selalu dekat dengan masyarakat. Konsep lain juga melalui menjadi loyalitas pelanggan melalui sistem seperti downline. Dimana para pelanggan akan mendapatkan diskon- diskon untuk setiap pelanggan baru.

Sampai Juli 2010 Rabbani memiliki 60 ribu waralaba. Adapula 500 juta investor yang telah aktif sebagai pelanggan dan penjual produk kerudung instan ini.

sejarah jilbab rabbani

Sejarah Jilbab Rabbani

Kisah sukses Rabbani memang mengejutkan. Tiba- tiba ada puluhan cabang dibuka di berbagai kota. Siapa sosok dibaliknya. Pengusaha jenius itu ternyata seorang pria. Meski dibawah bendera CV. Rabbani Asysa, kami menemukan Amry Gunawan lah pemiliknya. Dia memanglah tidak sendiri menjalankan bisnis ini. Amry bersama istrinya, mereka bersama menjalankan perusahaan kecil tersebut. Perusahaan yang dikenal sebagai profesornya kerudung instan.

Amry sedikit dari pengusaha dibidang fashion. Terutama dia bukanlah desainer, bukan juga wanita. Memang pada umumnya bisnis fashion dikuasai kaum Hawa. Berawal dari jatuh bangun mengerjakan berbagai usaha. Dia dulu dikenal sebagai penjual buku, alat- alat kantor dan kaos. Nama Rabbani sendiri sudahlah melekat sejak usaha pertamanya. Sejak ia berjualan alat- alat kantor dan buku.

Sejak tahun 1991, ia tergolong cukup sukses berjualan buku dan alat kantor. Saat itu ia menjual buku- buku islami. Dia dikenal berjualan di depan kampus Universitas Padjajaran (Unpad). Disaat usahanya itu sukses, ia segera membuka toko buku sendiri. Tak bermodal besar, cukuplah ia merubah sebagian rumah kontrakan di Jalan Haur Mekar menjadi toko buku.

Setelah usahanya semakin sukses. Amry mulai mengumpulkan uang untuk membuka toko sendiri. Akhirnya sebuah toko buku baru lahir. Dia lantas memberinya nama Pustaka Rabbani, letaknya masih didekat Unpad, tepatnya di Jalan Dipati Ukur.

Semua berawal dari perjalanan pendidikannya di Kota Kembang. Tahun 1986, Amry memutuskan pergi ke Bandung untuk melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran (Unpad). Namun, karena ada persaan kuat untuk mendalami Agama, Amry berbalik arah tujuannya. Dia bukannya masuk ke ekonomi, Amry malah masuk ke jurusan Sastra Arab.

Usia Amry masih muda kala itu masih 22 tahun. Sambil berkuliah Amry berusaha untuk mandiri. Meskipun masih hidup seadanya, dia tak takut untuk menikahi seorang akhwat. Bermodal pinjaman dari guru ngajinya sebesar 60 ribu rupiah. Dia tak takut "mau makan apa". Meski begitu masalah duniawi tak bisa dihindari. Meski sudah bertekat, setelah lahirnya anak pertama, ia harus memutar otak lebih lagi.

Tahun 1991, ia memulai usaha buku Islami dan peralatan kantor. Dia lantas berjualan di depan kampus Unpad. Disaat usahanya semakin naik ia akhirnya membuka toko sendiri. Cukuplah bermodal sebagian dari rumah kontrakannya di Jalan Haur Mekar menjadi toko buku. Sedikit demi sedikit Amry mulai menyisihkan keuntungan untuk membuka toko kedua. Kali ini ia membuka toko sendiri tanpa menempel rumahnya.

Sebuah toko buku bernama Pustaka Rabbani di Jalan Dipati Ukur, masih dekat Unpad. Seking sibuknya ia memuka usaha sendiri. Amry memutuskan meninggalkan kuliah Sastra Arab -nya. Pria kelahiran Aceh Utara, 20 Februari 1967 ini, benar- benar ingin fokus pada bisnisnya. Tapi pada tahun ke empat ia malah banting stir berbisnis kerudung. Saat itu ia melihat peluang dari kaum muslimah di Indonesia.

Waktu itu, khususnya untuk instansi formal pemerintahan khususnya pendidikan dan perkantoran, ada satu larangan menggunakan jilbab. Dia lantas berpikir jika dilarang bukannya semakin penasaran. Dari sanalah, ia membuka usaha kerudung dibantu istrinya. Semuanya hanya bermodal nekat. Ia lantas menjual toko buku itu untuk modal usaha. Dia bahkan tega memberhentikan 30 karyawan yang tak siap memulai dari nol bersama. Semuanya dia lepaskan untuk memulai lagi.